‘A Woman from Java’ Membawa Anda Mengenal Keragaman Budaya Indonesia

這篇文章打動您了嗎?按下小樹苗,單篇贊助這篇文章:)

Mengenalkan budaya dan terjemahan Indonesia: Anny Ting (Penduduk Baru Indonesia)
Penulis: Jalan ada keringat (Nama samaran)

Tahun 2016 di Indonesia tayang film bioskop ‘A Woman from Java’, dari awal sampai akhir, menggambarkan seorang yang perempuan Indonesia menikah dengan pegawai Belanda, dengan panggilan “Nyai”, kisah cerita kerusuhan pada masa perjuangan.

Kampung halaman saya Indonesia, yang terletak di Pasifik Selatan dan terdapat sepuluh ribu lebih pulau, seperti juga Taiwan terdapat banyak suku, tidak hanya menggunakan bahasa Mandarin, tapi juga ada Minnan, Hakka, dan juga bahasa penduduk pribumi; di Indonesia selain bahasa resmi bahasa Indonesia, juga mempunyai ratusan suku dan mempunyai kebudayaan dan bahasa sendiri.

Sebelum tahun 1945, Indonesia di kuasai oleh Belanda, pada saat itu di sebut sebagai ‘Kolonial Belanda’, pada saat itu kami menyebut orang yang menikah dengan kulit putih, dalam status sosial mempunyai panggilan Nyai’, mereka biasanya bertanggung jawab mengurus urusan rumah tangga.

Di awal film bioskop Nyai keagamaan agama Hindu, yaitu dengan membakar kemenyan, udara di penuhi dengan bau wangi.

Abad ke-16, orang Portugis membawa lagu Keroncong masuk ke Indonesia, alat musiknya mencakup Ukulele, Biola, Cello dan seruling.

Sutradara ‘A Woman from Java’ melalui kehidupan pemeran perempuan Nyai, berkaitan dengan budaya Indonesia satu sama yang lain, di sajikan kepada penonton, sebagaimana dalam sejarah dan peradapan, sangat indah tapi menyedihkan.