[Cerita Foto] Pameran Khusus Museum Sejarah Tainan, Taiwan “Tamu Baru Taiwan”, Memperkenalkan Sejarah Perpindahan Melalui Peninggalan Budaya

這篇文章打動您了嗎?按下小樹苗,單篇贊助這篇文章:)

Informasi foto: Pada pembukaan kegiatan  “Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara”, para pengunjung berfoto bersama teman-teman dari Asia Tenggara.

Artikel & Foto / Asuka Lee

Museum Sejarah Nasional Tainan, Taiwan (selanjutnya disebut sebagai Museum Sejarah Taiwan) mengadakan pameran khusus “Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara” dari 11 Maret s/d 5 November 2017, pada lantai 4 Gedung Pendidikan Museum Galeri 3 area pameran khusus. Museum Sejarah Taiwan untuk pertama kalinya menggelar pameran khusus dengan tema penduduk/pekerja migran dengan tingkat nasional. Barang pameran peninggalan budaya disediakan oleh para penduduk baru & pekerja migran dari seluruh pelosok Taiwan membuat pameran ini mempunyai makna tersendiri.

Penampakan dari luar Museum Sejarah Nasional Tainan, Taiwan yang terletak pada wilayah Annan kota Tainan.

Lokasi pameran Museum Sejarah Taiwan pada Gedung Pendidikan Lantai 4 Tema  “Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara”

Pada upacara pembukaan 11 Maret, pihak museum mengundang 3 penduduk baru anggota TransAsia Sisters Association Taiwan (TASAT) masing-masing Hong Jinzhi (Vietnam), Hong Rongxi (Indonesia) dan Tsai Liqing (Filipina) untuk melakukan pembukaan. Hong Jinzhi mewakili TASAT dalam berbicara. Hong memulai dengan memperkenalkan sejarah asosiasi serta isu-isu yang diperhatikan dalam jangka panjang, berupa perubahan kebijakan “Hukum Kewarganegaraan” dan sistem wawancara pernikahan dengan warga asing yang tidak cocok, pada saat yang sama juga menyatakan kegembiraan atas kesediaan Museum mengalokasikan sumber daya untuk melakukan pameran yang sangat bermakna ini; Selain itu, TASAT juga memperkenalkan CD musik ‘Drifting No More’ yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, untuk membangkitkan semangat penduduk baru melalui musik, pada acara Hong juga menyanyikan dua lagu “เพลง รำวงวันลอยกระทง(Lagu Kakak Beradik)” dan “Selamat Pagi Ibu”, sedangkan Hong Rongxi dan Tsai Liqing berperan sebagai penari pendamping.

3 Penduduk baru anggota TASAT, Hong Jinchi (tengah), Hong Rongxi (kanan) dan Tsai Riqing (kiri) pentas pada acara pembukaan.

Ketua Museum Sejarah Taiwan Wang Changhua dalam sambutannya mengatakan bahwa penduduk dan pekerja migran merupakan perpindahan penduduk yang paling penting pada abad ke-20 di Taiwan. Pada pulau imigrasi ini, selain penduduk pribumi, orang Hokkien, Hakka, mainlanders, penduduk baru dan pekerja migran merupakan “Tamu Baru Taiwan” yang datang ke pulau Formosa pada waktu yang berbeda, oleh karena itu Museum Sejarah Nasional mempunyai tugas utama untuk melestarikan budaya sejarah berbagai suku dan ras, meskipun umur museum hanya lima tahun, namun sangat memperhatikan penduduk baru dan pekerja migran. Tidak hanya mengadakan  

“Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara”, Museum dalam membuat materi promosi, juga menambahkan pembuatan dalam bahasa Vietnam dan bahasa Indonesia, sehingga warga dari Asia Tenggara bisa mempunyai akses yang sama dengan warga setempat dan mencapai tujuan “Kesetaraan Dalam Budaya”.

Dalam sambutannya, Ketua Museum Sejarah Taiwan, Wang Changhua mengatakan,  selain penduduk pribumi, orang Hokkien, Hakka, mainlanders, penduduk baru dan pekerja migran merupakan “Tamu Baru Taiwan”

Sekretaris Parlemen Departemen Ketenaga-kerjaan Guo Guowen yang diundang pada acara menyatakan, pemerintah Taiwan dalam menghadapi pekerja migran pada sebelumnya, hanya berfokus pada cara “mengelola mereka”, sehingga mempunyai kontak yang minim dengan kebudayaan pekerja migran, dia merasa yakin dengan pentingnya diadakan pameran ini, dimana “Tamu Baru Taiwan” pada waktu yang berbeda bisa saling berkenalan dan berintegrasi; Selain itu Guo juga sangat memuji lagu yang baru dibawakan Hong Jinzhi, menurut beliau dari lagu tersebut bisa dirasakan ketegaran kehidupan.

Sekretaris Parlemen Departemen Ketenagakerjaan Guo Guowen menyatakan, pemerintah Taiwan sebelumnya hanya berfokus pada cara “mengelola mereka” , sekarang sudah belajar untuk menghargai budaya negara asal pekerja migran.

Setelah selesai kata sambutan dari semua tamu, maka acara sorotan pada upacara pembukaan akan dimulai, anggota TASAT Hong Jinzhi asal Indonesia memimpin semua undangan untuk menyanyi bersama lagu daerah Indonesia “Rasa Sayang” sebagai penutup upacara pembukaan yang meriah.

Pada akhir upacara pembukaan, anggota TASAT Hong Jinzhi (tengah) memimpin semua peserta untuk menyanyikan lagu daerah Indonesia “Rasa Sayang”.

Setelah selesai upacara pembukaan, semua tamu dan wartawan bergerak menuju lantai 4 untuk mengunjungi pameran  “Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara”, berikut dilampirkan gambar bagi pembaca untuk memahami isi pameran khusus ini.

“Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara” terdapat penjelasan konsep kuratorial dalam bahasa Inggris dan Mandarin.

Daftar terima kasih pameran “Tamu Baru Taiwan: Pameran Khusus Penduduk Baru & Pekerja Migran Asia Tenggara”, mencakup beberapa penduduk baru dan pekerja migran, [Migrant’s Park juga terdapat dalam daftar nama].

Tim [Migrant’s Park] juga menyediakan sebuah foto pada pameran ini, secara tidak langsung juga ikut berpartisipasi dalam pameran.

Pada pameran disajikan kelompok Asia Tenggara yang datang paling awal ke Taiwan: Warga Turunan Cina dari Vietnam dan Indonesia.

Pada pameran disajikan kelompok Asia Tenggara yang datang paling awal ke Taiwan: Warga Turunan Cina dari Vietnam dan Indonesia.

Dalam pameran memperkenalkan sejarah imigrasi datang ke Taiwan melalui agen pernikahan.

Area pameran imigrasi penduduk baru Thailand.

Penduduk baru asal Thailand Jiang Rongzhen berperan sebagai kontributor dan kurator.

Area pameran imigrasi penduduk baru Kamboja.

Profil penduduk baru Kamboja, Su Keya.

Penduduk baru asal Kamboja, Su Keya menyediakan bahan pameran.

Penduduk baru asal Kamboja Su Meiyu menyediakan profil diri dan bahan pameran.

Area pameran imigrasi penduduk baru Vietnam.

Penduduk baru asal Vietnam Nguyen Zhen menyediakan profil diri dan bahan pameran.

Penduduk baru asal Vietnam Ruan Hongrong menyediakan profil diri dan bahan pameran.

Penduduk baru asal Vietnam Yang Yuying menyediakan profil diri dan bahan pameran.

Area pameran imigrasi penduduk baru Indonesia.

Penduduk baru asal Indonesia Lin Titi menyediakan profil diri dan bahan pameran.

Penduduk baru asal Indonesia Su Ying menyediakan profil diri dan bahan pameran.

Dalam pameran memperkenalkan sejarah pekerja migran Asia Tenggara di Taiwan dalam bahasa mandarin dan inggris.

Pameran menampilkan banyak kardus pengiriman barang internasional, menggambarkan proses pengiriman barang oleh pekerja migran kepada keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Profil pekerja migran Filipina Ching Peralta, yang juga hadir pada pameran. Selain itu penulis melihat sepotong kalimat “Gaji sebulan 30 ribu Peso” adalah salah, seharusnya 3 ribu Peso.

Profil pekerja migran Vietnam A Ji.

Pada dinding profil pekerja migran Vietnam A Ji, terlihat sebuat tulisan “VIETNAM” yang disusun dengan kopi instan Vietnam G7.

Lokasi pameran toko buku New Taipei City: “Brillian Time Toko buku Asia Tenggara”, pada tempat yang sama juga dipamerkan koran bagi pekerja migran yang paling penting dalam sejarah “Koran Empat Arah”.

Seorang ibu penduduk baru bersama anaknya membaca koran Empat Arah yang disajikan dalam berbagai bahasa.

Memamerkan hasil karya guru SD Nan Guo, kota Changhua, guru Long Lihua bersama tiga anak didiknya berupa papan multi bahasa, membantu pekerja migran Asia Tenggara untuk menjalankan mesin penjual tiket kereta api.

Pada pameran secara khusus menyebutkan berbagai kelompok seperti “Asosiasi Pemberdayaan Imigrasi Internasional Taiwan”, “Brillian Time”, “One-Forty”, “1095” dan “Migrant’s Park” sebagai simbol bahwa semakin banyak warga lokal Taiwan yang bersedia membuka hati untuk memahami “Tamu Baru Taiwan” yang datang dari berbagai penjuru dunia.