Kisah Kasih Pasangan Indonesia-Thailand di Taiwan

這篇文章打動您了嗎?按下小樹苗,單篇贊助這篇文章:)

本文同步刊登於Taiwan KiNi

Keduanya memberi salam dan mengenakan busana khas muslim./Kemesraan ketika berwisata berdua.(Foto : Indri)

 

Artikel/Ye Yi Wei
Foto/Indri, Ye Yi Wei
Penerjemah/Hesti

Indri yang berasal dari Indonesia telah bekerja di Taiwan hampir 9 tahun lamanya. Sejak tahun ke-3 bekerja disini, Indri memutuskan bercerai dengan suaminya. Saat ini, ketiga anak Indri tinggal bersama kedua orang tua Indri, anak ragilnya baru berusia 10 tahun. Wanita yang tinggal di Jawa Tengah ini, mempunyai binar mata yang tulus dan suara tawa yang natural. Empat tahun lalu, ketika ia bersama temannya pergi ke cafe kopi Danshui, tak disengaja bertemu dan berkenalan dengan A-Guang. A-Guang, pekerja migran asal Thailand ini, adalah pria yang tergolong tak banyak bicara. Ketulusan dan sifat pengertian A-Guang, membuat keduanya lebih cepat mengenal.

Hari Wisuda Indri (tengah), dihadiri oleh A-Guang (kiri).(Foto : Indri)

Setelah bertanya pada Indri, kami baru tahu bahwa Indri yang pertama kali menyatakan perasaannya kepada A-Guang. Saat pertama kali pertemuan mereka di cafe kopi, mereka saling bertukar nomor telepon. A-Guang yang bekerja di pabrik, juga telah bercerai dengan istrinya, anaknya di Thailand sekarang sudah berusia 18 tahun. Sedangkan Indri bekerja sebagai care worker di rumah tangga, sekarang juga berstatus single parents. Adanya kesamaan status A-Guang inilah membuat keduanya mempunyai bahan pembicaraan yang senada. Hal ini juga membuat Indri memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada A-Guang.

Bersediakah kamu menikah denganku?”, ungkap Indri.

Iya, bersedia!”, jawab A-Guang.

Pertanyaan dan jawaban yang sederhana ini, mencerminkan kebulatan hati mereka berdua.“Usia sudah tak muda lagi, tak pantas lah berlama-lama seperti layaknya anak muda,” ujar Indri sambil tertawa.

Hubungan kedua pasangan ini sudah terjalin selama 4 tahun, mereka memakai bahasa Mandarin dalam berkomunikasi. Suatu hari ketika mereka berwisata ke Yilan, meskipun diikuti juga oleh teman-teman wanita lain, tapi pandangan dan hati A-Guang tetap tertuju pada Indri seorang.

Pergi wisata ke Yilan bersama teman-teman. Indri (dua dari kanan), A-Guang (satu dari kanan). (Foto : Ye Yi Wei)

Inilah yang aku suka dari A-Guang, S-E-T-I-A,” pengakuan Indri.

Sehubungan dengan ajaran agama Islam, ‘khitan’ merupakan tradisi yang mutlak seluruh umat Islam. Terlebih lagi, tradisi ini tak bisa dihindari oleh anak laki-laki yang lahir dalam keluarga Islam. Meskipun ‘khitan’ hanya akan memotong sedikit bagian kulit penutup penis, namun ketika terpikir akan darah yang mengalir, membuat A-Guang menjadi takut dan sulit untuk memberanikan diri. Bulan Oktober tahun depan, A-Guang genap 12 tahun bekerja di Taiwan dan harus pulang ke Thailand. Saat ini A-Guang juga berniat terbang ke Indonesia untuk melamar Indri.

Setelah di Indonesia nanti, aku baru akan menjelaskan status A-Guang kepada anak-anakku”, kata Indri.

Sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab, sudah semestinya kisah asmaranya ini diceritakan secara langsung dan terbuka kepada keluarga tercinta. Setiap malam, Indri tak lupa menelepon anak-anaknya, mereka berharap Indri bisa segera pulang dan kembali berkumpul. Indri merasa khawatir terhadap anaknya nomor dua, karena ia baru berusia 14 tahun, saat dimana jiwa emosional anak belum stabil, Indri takut anak laki-lakinya ini salah pergaulan.

Saat hari tua nanti ada yang setia menemani, jadi tak akan merasa kesepian”, ungkap Indri.

Inilah harapan yang selalu ada di benak Indri, mengingat anak-anaknya sudah mulai beranjak dewasa dan suatu saat mereka akan pergi dari sisinya. Meskipun Indri dan A-Guang tak keberatan bila mempunyai keturunan lagi, tapi mengingat usia keduanya, membuat mereka mengurungkan niat itu.

Indri hobi menari, A-Guang hobi melihat film. Indri lebih energik, sedangkan A-Guang lebih kalem. Meskipun karakter mereka berdua berlawanan, asalkan keduanya bertanggung jawab atas keputusan yang telah dipilih, pasti anak-anak juga akan bahagia melihat hubungan mereka.

Indri menampilkan tarian budaya Indonesia dalam ajang Kartini Modern 2016.(Foto: Indri)